Tanah Kapur Longsor,

Mungkin Indonesia belum sempat tersenyum, bencana terjadi lagi. Kini Bencana tanah longsor di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (26/10) malam, menewaskan lima orang dan mengakibatkan tiga rumah rusak berat.

Suwandi mengatakan longsor terjadi pukul 22.00 wib diawali dengan suara gemuruh dan hujan yang cukup deras kemudian terdengar benturan keras.

Di lokasi kejadian, 3 rumah warga rusak tertimbun longsoran batu besar dari perbukitan tanah kapur. Yakni rumah milik Karwoto, Sutar, dan Kuntini, merupakan satu keluarga.

beberapa korban meninggal yang masih satu keluarga itu,saat kejadian ada yang menonton tv ada juga yang tidur.Akibatnya, saat bukit tanah kapur di belakang rumah para korban mengalami longsor, kelima orang korban tidak mampu menyelamatkan diri.

Selain menimbulkan korban lima orang meninggal, seekor kuda milik Sutar juga tidak bisa diselamatkan, karena tertimpa reruntuhan tanah dan bebatuan kapur.

Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian, perbukitan tanah kapur di belakang rumah kelima korban meninggal sejak delapan tahun ditambang untuk bahan bangunan. Penambangan serupa hampir terlihat di beberapa lokasi di Desa Kedung Winong.

READ ENGLISH VERSION

Indonesia probably has not had time to smile, a disaster happens again. Land slide has happened in Kedung Winong village, Sukolilo subs district, Pati district, central java, on Monday (26/10) evening, 5 peoples died, and 3 houses damaged. Suwandi said that the land slide happened at 22.00 WIB, started with thunderous sound and heavy rain, then audible heavy impact.

In the location, 3 civil houses damaged because piled by big rock slide from Tanah Kapur Hill. That are Karwato’s , Sutar’s, and Kuntini’s, whose are one family.

Few victim which are one family, they watched tv and sleep when it happened. In the case of that, 5 peoples can’t safe their self, when the land of Tanah Kapur hill, behind victim’s house slides.

Not only made 5 peoples die, but also Sutar’s horse, can’t be saved, because felled by land slide and lime stone.

Based of observation in the place, Tanah Kapur Hill behind the victim’s houses, since 8 years ago, had mined for building material. The same mine activity had been able to see in many locations of Kedung Winong.